Teori Pilihan Publik | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Teori Pilihan Publik

Alim Mustofa
Minggu, 06 Mei 2018

Oleh: Alim Mustofa
Teori pilihan publik (Public Chois) adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang dikembangkan dari studi mengenai pajak dan belanja publik. Ia muncul pada tahun 50-an dan mendapat perhatian publik secara luas pada tahun 1986.

Teori Pilihan Publik menggunakan prinsip yang sama seperti yang digunakan para ekonom untuk menganalisa kegiatan masyarakat di pasar dan menerapkannya pada kegiatan masyarakat dalam pembuatan keputusan publik Ekonom-ekonom yang mengkaji perilaku dalam pasar swasta mengasumsikan bahwa orang digerakkan terutama oleh kepentingan pribadi. Walaupun banyak orang mendasarkan sejumlah tindakan mereka karena kepedulian mereka terhadap orang lain, motive dominan dalam tindakan orang dipasar –baik mereka merupakan, pengusaha, pekerja, maupun konsumen, adalah suatu kepedulian terhadap diri mereka sendiri. Ahli Ekonomi Pilihan Publik membuat asumsi yang sama – bahwa walaupun orang bertindak dalam pasar politis memiliki sejumlah kepedulian terhadap orang lain, motif utama mereka adalah kepentingan pribadi.

Pengertian :
  1. Menurut Samuelson & Nordhaus: Salah satu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana pemerintah membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan masyarakat (publik)
  2. Caporaso & Levine: Pilihan publik sebagai aplikasi metode-metode ekonomi terhadap politik
  3. James Buchanan: Pilihan publik adalah sebuah perspektif untuk bidang sosial politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi.
Dimasa lalu banyak ahli ekonomi berpendapat bahwa cara untuk mencegah “kegagalan pasar” seperti monopoli adalah dengan memajukan tindakan pemerintah. Tetapi Ahli ekonomi pilihan publik menunjukkan bahwa ada juga suatu hal yang dinamakan “kegagalan pemerintah”. Yaitu, ada beberapa alasan mengapa intervensi pemerintah gagal mencapai hasil yang diinginkan. Sebagai contoh, Departemen Kehakiman memiliki tanggung jawab untuk mengurangi kekuatan monopoli di bidang industri yang tidak kompetitif.. Mirip dengan itu, Kongres sering meloloskan undang-undang yang seharusnya melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi.

Salah satu pendorong utama bagi teori keputusan publik adalah kurangnya insentif bagi para pemilih untuk memonitor pemerintah secara efektif. Anthony Downs, dalam salah satu buku tertua mengenai pilihan publik, Teori Ekonomi Mengenai Demokrasi, menunjukkan bahwa para pemilih sangat tidak peduli terhadap isu-isu politik dan bahwa ketidak pedulian ini merupakan hal yang rasional.

Walaupun hasil dari suatu pemilihan umum mungkin sangat penting, suara seorang pemilih jarang sekali menentukan dalam suatu pemilihan umum. Maka, dampak langsung dari pillihan hampir dikatakan tidak ada; para pemilih tidak memiliki kesempatan untuk menentukan hasil dari suatu pemilihan umum. Maka menghabiskan waktu mengikuti isu-isu tersebut secara pribadi tidaklah menguntungkan bagi seorang pemilih. Bukti dari klaim ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa polling pendapat publik secara konsisten membuktikan bahwa kurang dari setengah  dari seluruh rakyat Amerika yang berhak memilih dapat menyebutkan wakil kongres mereka sendiri.

Public Chois dalam Perspektif  Public Service
Teori public chois yang pada awalnya digunakan untuk menganalisa pilihan public terkait dengan ilmu ekonomi, pada perkembangannya teori tersebut juga digunakan sebagai analisa memetakan pilihan masyarakat dalam hal pemenuhan layanan public oleh birokrasi.

Sebagai penyedia layanan public disektor angkutan misalnya, pemerintah haruslah mendapatkan analisa yang objektiv akan tingkat kebutuhan layanan angkutan  masyarakat. Informasi ini sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat yang sesuai prinsip-prinsip public service.

Publik chois bisa dikatakan berhasil ketika pemanfaat layanan public (masyarakat) mempunyai pilihan-pilihan yang leluasa dengan mendapatkan informasi yang luas akan layanan yang akan dipilihnya. Sebagai contoh ketika seseeorang akan berpergian jauh, maka orang tersebut bisa menentukan pilihannya apakah akan menggunakan bus, kereta api, pesawat terbang atau dengan angkutan lainnya.

Dengan banyak pilhan tersebut tentu diperlukan informasi akan standar layanan masing-masing armada tersebut, fasilitas apap saja yang akan diterima selain ongkos yang harus dibayar juga jaminan keselamatan apa yang digaransikan.
  
Berkenaan hal tersebut maka, pemerintah wajib membuat regulasi yang bisa menjamin kualitas layaan public tersebut terselenggara denga baik. Pemerintah harus menjamin setiap pilihan masyarakat akan mendapatkan layanan yang terbaik. Disinilah public chois sangat erat keterkaitanya dengan publicservice.

Referensi  :
Didik J. Rachbini (2009)    Ekonomi Politik

Jane S. Shaw  “Public Chois”