AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGGAF (Shohibul Gresik) | Alim Mustofa -->
Cari Berita

Advertisement

AL-IMAM AL-QUTB AL-HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGGAF (Shohibul Gresik)

Sabtu, 14 September 2019



_
___________
Tahun 1937 Masehi Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Asseggaf datang ke Kwitang untuk menghadiri Maulid Akhir Khomis Awal Ashar yang diselenggarakan di Masjid Kwitang oleh Al-Habib Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi
Dikala acara akan usai, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi meminta Habib Abu Bakar Asseggaf untuk memimpin Talqin dzikir, saat itu Habib Ali berkata kepada yang hadir: "Kita akan dengar dan ikuti Talqin dzikir yang mana di mohon kepada seorang yang sama-sama kita cintai yakni Al-Habib Abu Bakar dari kota Gresik (Habib Ali menahan pembicaraannya, lalu terdengar suara tangis beliau sambil meneruskan bicaranya beliau berkata). Hadirin lihatlah, beliau punya wajah yang nampak akan Nur....... Cahaya Rosulullah....... beruntung bagi kita atas kehadirannya"
Lalu Habib Abu Bakar berdiri dan Habib Ali berdiri di sampingnya, kemudian Habib Abu Bakar memulai Talqin dzikir dengan perkataan: "Orang Islam hidup dengan kalimat La ilaha illallah, mati dengan kalimat La ilaha illallah, selamat di alam barzakh berkat La ilaha illallah, masuk surga karena La ilaha illallah."
Habib Ali Kwitang menangis begitu juga jamaah yang hadir beribu-ribu jumlahnya, akhirnya Habib Abu Bakar mengangkat tangannya dan mengeluarkan jari telunjuknya, seraya berkata :
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: اَفْضَلُ مَا قُلْتُ اَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ، مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهْ ﷺ كَلِمَةُ الْحَقُّ عَلَيْهَا نَحْيٰى وَ عَلَيْهَا نَمُوْتُ وَ عَلَيْهَا نُبْعَثُ اِنْ شَآءَ اللَّهَ تَعَالَى مِنَ الْآمٍنِيْنَ آمِيْنٌ
Lalu Habib Abu Bakar berkata lagi: "Ikuti apa yang saya ucapkan bersama. Laki maupun perempuan, jangan ada yang terlewat untuk ikut mengucapkannya"
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ اَلْمَوْجُوْدُ فِيْ كُلِّ زَمَانِ
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ اَلْمَعْبُوْدُ فِيْ كُلِّ مَكَانِ
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ اَلْمَذْكُوْرُ بِكُلِّ لِسَانِ
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ اَلْمَعْرُوْفُ بِالْإِحْسَانِ
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنِ
لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهْ اَلْاَمَانُ اَلْاَمَانُ، مِنْ زَوَالِ الْإِيْمَانِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الشَّيْطَانُ يَا قَدِيْمَ الْإِحْسَانُ كَمْ لَكَ عَلَيْنَا مِنْ إِحْسَانٌ إِحْسَانُكَ الْقَدِيْمٌ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانٌ يَا رَحِيْمُ يَا رَحْمٰنٌ يَا غَفُوْرُ يَا غَفَّارٌ إِغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنٌ
Setelah beliau menuntun hadirin dengan dzikir di atas, beliau bercerita :
Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang sholeh, beliau adalah Al-Qodhi Abdullah Al Baghdadiy. Beliau berkata: Aku pernah melihat Nabi Muhammad ﷺ di dalam mimpi dan beliau terlihat pucat sekali, lalu aku berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ : "Kenapa engkau wahai Nabi, wajah engkau pucat sekali ?"
Lalu nabi Muhammad ﷺ menjawab: "Di malam ini telah meninggal 1.500 orang dari umat-Ku, dua dari mereka meninggal dalam keadaan iman dan sisanya meninggal tanpa membawa iman (Su'ul khotimah)."
Aku berkata lagi kepada Nabi Muhammad ﷺ : "Lalu apa kiat-kiat dari engkau untuk orang-orang yang bermaksiat agar mereka meninggal dengan membawa iman ?"
Nabi Muhammad ﷺ berkata: "Ambillah kertas ini dan baca isinya, siapa orang membacanya dan membawanya lalu dia memindah dari satu tempat ke tempat yang lain (menyebarkan dan mengajarkan) maka termasuk golongan-Ku dan akan meninggal dalam keadaan membawa iman, akan tetapi siapa orang yang telah mendengarkannya dan dia tidak membacanya, tidak menyebarkannya maka dia lepas dari-Ku dan akupun lepas darinya"
Seketika itu aku langsung terbangun dari tidurku dan aku lihat kertas tersebut yang telah ada digenggamanku ternyata di dalamnya berisi tulisan yang penuh barokah. Isi tersebut adalah dzikir diatas tadi.
Akhir dari cerita diatas terdapat hikmah tersendiri bagi umat Nabi Muhammad ﷺ agar selamat dari hilangnya iman. Bahkan banyak sekali para habaib, kyai, dan umat islam yang mengamalkannya. Jika kita sering perhatikan saat dini hari menjelang sholat shubuh, pasti kita mendengar lantunan dzikir tersebut di beberapa masjid. Tidak hanya itu, dibeberapa majlis ta'lim, acara haul dan beberapa kegiatan seputar majlis selalu melantunkan dzikir tersebut sebelum do'a. Berikut beberapa habaib yang mengamalkan dzikir tersebut.

Top of Form
Bottom of Form