MENAPAK CERITA SD LASKAR PELANGI | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

MENAPAK CERITA SD LASKAR PELANGI

Jumat, 28 Juni 2019



Alimmustofa.com - Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya, laskar pelangi, begitulah lirik bait pertama lagu Laskar Pelangi ciptaan Nidji mengantar soundtrack sebuah film “Laskar Pelangi “ diangkat dari Novel Karya Andrea Hirata.( Belitung,26/6/2019)

Film yang sangat fenomenal ini, tidak saja diminati oleh pecinta film dalam negeri, tetapi juga banyak menyedot perhatian pecinta film diberbagai benua. Tapi tahukah kamu, jika penulis novel Laskar Pelangi itu adalah putra daerah kelahiran Belitung ?.

Sebuah kisah yang dimulai dari keprihatinan kisah masa kecil anak-anak anak desa dari suatu komunitas melayu yang sangat miskin di Belitung. Cerita orang kecil yang berusaha memperbaiki nasibnya, dimulai dari dunia Pendidikan SD Muhammadiyah Belitong yang ditutup karena kekurangan murid.

Kisah inilah yang membuat daerah Belitung menjadi sangat terkenal dan menyadari bahwa pulau mereka memiliki potensi alam yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain kekayaan alam yang melimpah berupa mineral, keberadaan pantai yang luar biasa indah menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi oleh traveller lokal maupun manca negara.

Salah satu yang menarik sejak film laskar pelangi diputar diberbagai negara, adalah SD Laskar Pelangi atau SD Muhammadiyah Gantong. Sejak saat itu tempat ini menjadi salah satu destinasi yang menarik wisatawan untuk berkunjung dan ber selfi ria.

Meski bangunan replica SD laskar pelangi ini sudah reot, tetapi justru memberikan kesan yang menarik untuk pengunjung berfoto dengan suasana alami pedesaan yang menggambarkan cerita kala itu.


Alimmustofa.com berkesempatan mengunjungi replika SD laskar pelangi, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengeksplor secara langsung. Bersama teman-teman kami menyusuri setiap sudut area replika SD ini. Bangunan SD berukuran 4 x 8 meter terbagi 2 kelas ini berdinding kayu dan beratap seng ini, sangat sederhana.

Halaman yang berpasir putih tertancap tiang bendera dan terpasang bendera merah putih, berdiri tegak persis di depan sekolah. Tidak ada pagar melingkari areal bangunan tempat Pendidikan ini, kecuali dibagian depan tampak ada pagar setinggi satu meter plus gapura dari kayu serta papan nama sekolah.

Dibagian dalam terdapat sekitar 15 meja- kursi kayu plus meja guru dilengkapi bendera merah putih dan papan tulis yang menempel dibagian depan. Sejumlah foto pahlawan nasional menjadi hiasan dinding kelas. Beginilah gambaran suasana replika SD Laskar Pelangi, meski tampak tidak terawat justru kondisi ini yang di inginkan Andrea Hirata untuk memberikan pesan kepada setiap pengunjung untuk ikut merasakan soal kebangkitan dan semangat perbaikan.

Untuk menuju kesini, traveller bisa melalui bandara udara Internasional H.A.S. Hanandjoedin Belitung, selanjutnya menggunakan taksi bandara kelokasi tersebut. 

Atau traveller mencari hotel terlebih dahulu, setelah rehat sejenak di hotel, traveller bisa carter mobil plus sopir dengan tarif Rp.400.000,- . atau bisa juga rental motor di Belitung, ini lebih hemat andaikata treveler ingin keliling sendiri atau berdua bersama pasangan. Tarifnya kurang lebih 80.000,- sampai dengan 100.000,- perhari. Keuntunga pakai motor adalah lebih hemat dan daya jangkaunya lebih leluasa. tapi ingat SD Laskar Pelangi magrib udah tutup lho. ( A-Liem Tan)