Kepalakuku Sebuah Kota | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Kepalakuku Sebuah Kota

Alim Mustofa
Sabtu, 02 Juni 2018

Aku menulis ini kepadamu.
Kepada alamat yang tak lagi jelas meski rindu semakin tegas.
dengan perangko peluh.
Apa kabarmu, rindu?
Kepadamu-lah segala nafas angin menuju.
Aku menulis ini kepadamu.
Dari kota yang tak lagi ada dalam peta,
untuk-mu yang juga sudah tak tinggal disana.
dari bangku sebuah taman yang lampunya telah padam.
Masihkah senja adalah bagian paling puitik dari cinta?
aku mengingat, katamu, senja adalah potongan waktu yang saling berdekapan.
Aku menulis ini kepadamu,
Dari sini.
Kota yang selalu basah, penghujan seperti sengaja melupakan ingatan akan musim.
Kota dengan malam paling gaduh dengan suara-suara rindu mengeluh.
Kau masih bisa kesini, berkunjunglah sesekali.
Aku menulis ini kepadamu,
Dari sini.
Dari kota dengan pertikaian panjang.
Tikai antara sulur-sulur ingatan kehilangan
Kota berlangit verona dimana karma bermula.
Aku mengabarkannya dari sini.
Dari kota dalam kepala.

Penulis: Rony Alexandri
Editor: A-Liem Tan
Publisher: AamNh7