GEMPLO : JANGAN FIKIRKAN NASIB SAYA... | Alim Mustofa -->
Cari Berita

Advertisement

GEMPLO : JANGAN FIKIRKAN NASIB SAYA...

Jumat, 27 Oktober 2023

 

dialog imajinatif edisi ngelantur


Alimmustofa.com -  Tak biasanya Gemplo bersikap sangat bijak dalam pidato dihadapan ratusan bawahannya yang sangat loyal. Padahal biasanya Gemplo berkesan kritis, jenaka, jok-joknya menggelitik. Tidak salah jika orang tuanya memberikan nama Gemplo, alias Generasi muda penuh logika, sikap kritis dan berfikir mendalam ketika menangkap suatu fenomena sosial menjadi karakter dan ciri khasnya.


Kali ini Gemplo yang kebetulan menjabat sebagai kepala suku tertinggi, akan mengakhiri masa tugasnya. Oleh sebab itu ia mengumpulkan seluruh bawahannya dan pendukung setia, sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas yang selama ini mereka tunjukan.


Dalam pidato politiknya, kepala suku tertinggi yang mulia Gemplo menyampaikan beberapa pesan :


Yang Mulia Gemplo        : saudara sekalian, loyalis saya, pimpinan – pimpinan daerah, ketua-ketua adat, tetua- tetua suku, yang saya cintai. Saya sangat bangga dengan loyalitas kalian kepada saya. Tak diragukan lagi, kalian adalah orang-orang hebat dan mempunyai kinerja yang nyata dan bermanfaat untuk wilayah kita.


Yang Mulia Gemplo meneruskan pidatonya : hampir satu dekade kalian semua memberikan kontribusi yang hebat, hasil kerja yang membanggakan. Tapi waktulah berkendak lain, waktu menuntut dan membatasi amanah ini. Tidak adil jika kita memaksakan diri untuk terus mempimpin, sementara rakyat dan sistem telah memilih kehendak lain, yaitu menuntuk kita untuk menepati janji komitmen periodesasi kapala suku. 


Masih meneruskan pidatonya yang mulia Gemplo menyampaikan : proses politik harus terus berjalan, sistem pemerintahan harus terus berlanjut, tidak boleh ada yang mengahalangi proses politik yang sedang berjalan. karena pembangunan wilayah suku kita ini harus tetap berlanjut untuk kemakmuran warga suku ini.


Menutup pidato politinya Yang mulia Gemplo     : oleh sebab itu, mulai saat ini aku perintahkan kalian agar tidak memikirkan nasib saya lagi,  kalian dengar semua …! (suara yang mulia Gemplo begitu berwibawa)


Bawahan              : siap kami dengarkan yang mulia ….. ( serempak bawahan yang mulia Gemplo menjawab tanpa ada yang berani membantah), suasana langsung hening.


Berbagai pertanyaan muncul dalam benak bawahan yang bingung menangkap pesan sang mulia kepala tertinggi suku, akan tetapi untuk bertanya lebih detail, jelas gak berani.

Diantara keheningan suasana rapat,  ada salah satu sahabat yang mulia Gemplo tiba – tiba nyeletuk bertanya dengan wajah penuh keheranan, rupanya si Pokel yang selama ini menjadi teman diskusi yang yang mulia Gemplo juga ada diantara gedung rapat.

Pokel                     : yang mulia , kalau mereka loyalis pendukung yang mulia tidak boleh memikirkan nasib yang mulia, mungkin yang mulia bisa menjelaskan maksud yang mulia, padahal mereka masih sangat loyal dan ingin mengadikan diri mereka kepada yang mulia.(Sambil mengepalkan kedua tangan Pokel memohon maaf)… ampun yang mulia mungkin saya terlalu lancang bertanya.

Mendengar pertanyaan dari sahabat setianya yang mulia Gemplo tersenyum seraya berkata;

“ dengar kalian semua, loyalis, pimpinan daerah, tetua adat dan semua yang hadir disini, waktuku tidak banyak untuk menyelesaikan tugas ini, aku katakan sekali lagi, mulai saat ini JANGAN FIKIRKAN NASIB SAYA, AKAN TETAPI FIKIRKAN NASIB ANAK SAYA … HE HE HE

SUASAN berubah jadi riuh tertawa sambil menganggup anggup semua bawahan yang mulia Gemplo mengerti akan maksud pimpinan tertinggi kepala suku ini. (*)


Editor     : Alim Mustofa

Catatan : ini hanya hasil ngelantur imajinatif semoga tidak ada yang tersinggung.

Gemplo    : Generasi Muda Penuh Logika

Pokel        : Pokok e ngengkel.