Penyesalan | Alim Mustofa -->
Cari Berita

Advertisement

Penyesalan

Rabu, 01 April 2020


By: Yasmin

Dibarat Kota Malang terdapat desa yang diselimuti hujan dan dihiasi Guntur serta petir yang bersautan membuat suasana menjadi semakin suram, di penghujung sore menjelang malam tiba.

Seorang gadis bernama Sasya, memandangi kaca jendela dengan termenung mengingat kejadian tiga hari yang lalu, Sasya putri Alivia begitu nama lengkapnya ini telah berpisah dengan sahabatnya bernama Malika. Perpisahan dengan sahabatnya ini karna adanya pertengkaran diantara mereka berdua.

 ‘’hah kenapa aku sangat payah aku meninggalkan sahabatku yang berharga,  sekarang ia pergi ke London dan tinggal disana selamanya’’  gumamku
‘’Sasya ayo makan mala mayo cepat keburu dingin ’’ibu memanggilku sambil berteriak  ‘’baik bu’’(sambil berjalan kearah dapur)

‘’ibu jikalau aku menyusul malika ke London bagaimana’’ tanyaku penasaran
‘’ya ga papa’’ jawab ibu sambil tersenyum. KLIK DISINI

‘’ibu aku boleh menyusul Malika ke London boleh ya,ya pliiiss’’ tanyaku sambil memohon  ‘’iya boleh’’ jawab ibu sambil menyelus kepalaku

Pagi-pagi aku sudah bersiap untuk menyusul Malika, aku terpaksa menunda tugas kuliahku, aku meminta bantuan Arisa temen curhat terbaikku.

Mobil kijang inova menghampiriku dengan cepat ,aku menaruh koperku disebelah kananku  ‘’yach mengingat masa laluku bersama Malika, ia selalu duduk disebelah kananku,’’gumamku

30 menit aku mengotak-atik handphone dan mendengarkan music ‘’Sasya ayo sudah sampai ‘’ Arisa mengingatkanku smabil menarik head seat yang ku pasang di kedua telinga ku

Ga’ tau kenapa tiba – tiba pandanganku mengarah ke wanita yang sedang duduk mengenakan jaket berwarna merak ke abu-abuan, tinkahnya persis sepert malika ,tetapi haya rambutnya yang berbeda ,rambut Malika itu Panjang, akan tetapi orang itu  memiliki rambut yang pendek  sebahu.

Aku melangkahkan kakiku ini yang gemetaran  mengarah ke wanita itu lalu kuberanikan untuk bertanya ‘’permisi apakah anda mengenal malika’’ tanyaku penasaran.

Wanita itu mengngkat topinya dan melihatku dengan muka kecewa ia berkata ‘’mengapa kau disini sana pergilah jangan Kembali kehidupku lagi’’ ia berbicara sambil berjalan.

‘’firasatku betul ini pasti Malika, tapi Malika masak kok ga’ ramah gituya, ‘’pikirku. Aku mengejar orang itu. Saat ini adalah keberuntunganku, aku satu pesawat dengannya ,tetapi ia mengganti bajunya yang indah itu menjadi baju yang berbeda. Sayangnya aku tidak tahu ia yang mana.

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa pesawat yang kutumpangi sampai di London. aku mencari Malika dengan sekuat tenagaku.  Disepanjang jalan kota ,Aku bertanya ‘’apa anda mengenal Malika’’ sambil menunjukan fotonya ke setiap orang yang ku jumpai.

‘’excuce me you know this person’’ beberapa kali aku menanyakan ini kepada orang asing tetapi jawabannya sama saja ‘’sorry, I do not know’’

Sekarang ini adalah keberuntunganku ada orang yang mengetahui Malika sedang berada dimana ‘’excuce me you know this person’’lagi-lagi aku menanyakan itu dan menunjukan foto ini lagi.

Sekarang orang ini mengetahui keberadaan malika ‘’you ask the right person he is this person in my room ,this is address of hi hotel in room number 156’’jawab wanita itu  dengan semangat

‘’Thankyou mis’’ jawabku sambil berlari mencari alamat.
Dua kilometer aku berjalan dengan semangat ,samangatku ini ku korbankan untuk Malika, sesaat setelah 30 menit berjalan mencari alamat hotel dan ..

‘’wuoah apakah ini alamatnya ‘’bicaraku sambil terkejut  ,tak segan aku memasuki hotel ini. Akhirnya aku menemukan kamar Malika, di pintu nomor 156   aku mengetuk pintu berwarna coklat ke hitam -hitaman tepat didepanku. Dari dalam kamar terdengar langkah kaki menuju pintu, lalu klick !. pintu terbuka , Malika membuka pintu.

‘’Malika tolong beri kesempatan untuk bicara, aku sangat menyesal  tolong jangan tinggalkan aku lagi’’ bicaraku dengan memohon diri.

‘’do you want to talk, do you to persuade me to come back to you ,it’s not that easy’’
‘’meskipun tidak mudah tetapi aku melangkah jauh kesini hanya untuk bertemu denganmu’’ aku berbicara sambil memeluk Sahabatku.

Malika meneteskan air mata, ‘’kau ingin Kembali padaku, Ku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi’’ 

‘’baiklah’’ jawab Malika dengan lembut.

Di akhir perjalanan Sasya memiliki pesan yang  teringat di memori dalam ingatannya ,bahwa ia tidak akan menyia-nyiakan orang tercinta.

 #Remember; do not waste someone in the past will definitely feel a deep pain.