CATATAN I : PARTISIPASI PEMILIH DALAM PILPRES 2019 DI KOTA MALANG | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

CATATAN I : PARTISIPASI PEMILIH DALAM PILPRES 2019 DI KOTA MALANG

Rabu, 15 Mei 2019



Alimmustofa.com -  Pemilu serentak 2019 di Kota Malang telah berakhir dengan ditandai penetapan hasil rekapitulasi perolehan dan penghitungan suara oleh KPU 4 Mei 2019 di Haris Hotel & Coventions Malang.

Beberapa catatan yang bisa diambil adalah tingkat partisipasi pemilih khusus pemilihan presiden di Kota Malang.  Partispasi pemilih yang telah ditetapkan oleh KPU RI adalah 77 persen disemua tingkat pemilihan, hal ini karena pemilu tahun ini adalah pemilu serentak. Artinya pemiihan legislative (DPR,DPD,DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) dibarengi dengan pemilihan presiden dan Wakil Presiden.

Alimmustofa.com mencoba mengurai partipasi pemilih tedak dalam keserentakan tetapi partisipasi pemilih akan coba dikomparasi tiap pemilihan untuk memperoleh gambaran detail mengenai tingkat partispasi masyarakat ditiap pemilu.

Hal ini penting untuk mengukur seberapa jauh respon public terhadap pemilihan legislative dengan pemilihan presiden. Oleh sebab itu selain data partisipasi pemilih yang dikomparai dengan meyaajikan seluruh jenis data pemilih (DPT,DPTB dan DPK), tulisan ini juga akan memotret partisipasi pemilih berdasarkan DPT dan DPK untuk semua tingkatan pemilu.
Fenomena dilapangan saat berlangsungnya pemilu terjadi bias partisipasi antara pilpres dengan pileg. Ditemukan beberapa kasus pemilih datang ke TPS hanya mencoblos surat suara pilpres saja meski di berikan 5 surat suara.

Meski belum dapat diperoleh angka pasti berapa persen pemilih yang hanya mencoblos suara pilpres saja, tetapi dari informasi yang dihimpun dilapangan kecenderungan pemilih  yang relative berumur agak kesulitan saat membuka surat suara legislative yang relative lebih besar dengan deretan nama yang cukup banyak.

Hal ini tidak saja membingungkan pemilih yang telah berumur atau  manula, tetapi juga secara tehnis juga agak merepotkan pemilih manula saat membuka surat suara legislative dengan bilik yang terlalu besar.

Sementara angka partisipasi pemilih presiden berdasarkan kehadiran pemilih dalam DPT dan Pengguna KTP atau disebut DPK adalah 79,00 Persen, sedangkan partisipasi pemilih dalam semua kategori pemilih yaitu pemilih yang terdaftar dalam DPT, DPTb dan DPK adalah 78,88 persen.

Ada selisih 0,12 persen dari penyumbang partisipasi pemilih dalam DPTb atau pemilih pindahan. Menurut catatan rekap pemilih pindahan (DPTb) dalam form DB Kota Malang, data pemilih dalam pemilu serentak terbagi dalam tiga kategori pemilih yaiitu pemilh dalam DPT sebesar 623.185 pemilih dengan kehadiran 488.587 pemilih atau 78,04 %, pemilih dalam DPTb 21.467 pemilih dengan kehadiran 16.164 pemilih atau 75,29 persen  dan pemilih dalam DPK 19.604 pemilih dengan kehdiran 19.225 atau 98.06 persen.

Darai data diatas dapat disimpulkan bahwa partisipasi pemilih dalam pemilihan presiden tahun 2019 yang dibarengi dengan pemilihan legislative meningkat pilpres tahun 2014 atau hampir 5 persen. (A-Liem Tan)