Perempuan Yang Dirawat Hujan | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Perempuan Yang Dirawat Hujan

Alim Mustofa
Jumat, 01 Juni 2018

saya mengenalnya sebagai perempuan,
jauh sebelumnya aku telah menyukai hujan.
kami bercakap-cakap dalam bahasa yang tak mudah dimengerti.
tapi untukmu semua tak begitu sulit dipahami.
cinta dengan segala hal yang tak pernah selesai dikabarkan hujan.
dan seringkali patrichor memberitahu sesuatu yang kita belum tahu,
tapi kita telah rindu.
cinta dengan segala hal ghaib dan kejutannya.
bahagia dan sedih kadang bertukar meja.
tanpa konfirmasi lebih dulu tentu saja.

~
kemudian mereka memberiku sebuah potret berwarna sephia.
Dalam deras arus sungai kata-kata.
Perempuan yang mengabadikan hujan dalam kepala.
“kami telah mengajarinya tabah, tidak takut kepada wajah buruk cuaca”
begitu kira-kira pesan singkat yang disertakan.

~
tiba-tiba saya jatuh cinta dengan segala hal yang tidak biasa.
jatuh cinta kepada kelebat bayang, dengan begitu kepayang.
berapa lama hujan telah merawatmu puan?
tidakkah kau ingin berkunjung kesebuah musim yang lain?
sebuah musim yang bunga merekah lewat bibirmu yang basah,
sebuah musim yang matahari melewati matamu lebih dulu sebelum membuka jendela,
sebuah musim yang senja adalah percakapan yang ringan-ringan saja.
sebuah musim tanpa seteru yang seharusnya tidak perlu.

~
sini, saya seduhkan kopi gayo untukmu.
mungkin setelah itu kamu akan jatuh cinta kepadaku

Penulis: Rony Alexandri
Editor: A-Liem Tan
Publisher: AamNh7