PEMBERDAYAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

PEMBERDAYAAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Minggu, 02 Februari 2020

Hasan Habibu Salah Seorang Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Tompobulu

Alimmustofa.com - Pendamping Desa merupakan misi ke-Nabian  menurut salah seorang Tenaga Ahli Provinsi Sulawasi Selatan Rusdi Idrus, di sela-sela pra-tugas kami sebagai   Pendamping Lokal Desa (PLD) dari TPPI Tenaga Pendamping  Profesional saat itu. Sehingga mengajak kita untuk berbaur dengan warga di dalam melaksanakan tugas sebagai Pendamping dalam mengenali karakter masyarakat dan desa di mana kita di tugaskan. 
      
Memang jika menelusuri fenomena yang ada dalam suatu pemberdayaan, dimana manusia diajak untuk senantiasa menjalin silaturrahim serta menjaga alam dan memanfaatkan sumber daya yang di miliki akan mengantar umat manusia kearah yang lebih baik. Maka seorang pendamping profesional harus mampu mengawal "dana desa" sebagai suatu jalan untuk merubah kondisi desa yang selama ini belum mendapatkan perhatian. Sesuai dalam Alquran surat Ar-rad ayat 11 Allah berfirman :

"Sesungguhnya Allah tak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri"

Terkait dengan ayat tersebut, seorang pendamping desa dituntut untuk menata dan mengolah keadaan desa, baik dari segi alamnya maupun dari segi manusianya. Desa yang selama ini kurang tersentuh dengan pembangunan maupun peningkatan kapasitas manusianya maka dengan adanya Dana Desa, menuntut seorang pendamping untuk merintis jalan tersebut. Bersama dengan Pemerintah Desa merumuskan dan mendampingi pembangunan desa dan juga warganya agar kelak desa bukan lagi sekedar menjadi tempat produksi kebutuhan warga kota semata, tetapi merupakan tempat idola yang selalu mau dikunjungi. Olehnya itu, berbagai inovasi disarankan pemerintah pusat untuk mengangkat citra desa dari sorotan mata yang menonton sehingga keindahan akan nampak seiring melajunya pembangunan yang di selenggarakan.
     
Sebelum adanya Dana Desa (DD) yang berpaket langsung dengan pendamping yang bernama PLD, PDP, PDTI, serta para TA, maka terlebih dahulu Allah menyarankan kita untuk berinovasi sesuai dalam surat Arrahman ayat 33 Allah berfirman : 

YAA MA’SYARAL JINNI WAL INSI INISTATHA’TUM ANTANFHUDZUU  MIN AQTHAARIS SAMAWATI WAL ARDHI FANFHUDZUU LAA TANFUDZUU ILLAA BISULTHAAN

Artinya: Wahai sekalian bangsa jin dan manusia, kalau kamu dapat menembus keluar dari kawasan-kawasan langit dan bumi maka lakukanlah, tapi ingat kalian tak akan mampu kecuali dengan teknologi canggih.

Jika kita berpikir dan menggunakan akal sebagai anugerah yang diberikan Allah Swt. kepada kita bahwa kata teknologi yang digambarkan oleh Allah melalui kata SULTAN yang turun ± 14 abad yang lalu,  maka inovasi sudah terbayang yang pada masa itu kendaraan hanyalah onta yang dimiliki oleh manusia. Namun sudah ada kalimat yang mampu keluar langit, hal terbaru yang mungkin belum pernah terbayangkan saat itu. Dan jika membandingkan apa yang ada sekarang, 180 derajat perbedaan dan perubahan yang terjadi. Contohnya, dengan adanya pesawat terbang, Apollo ke bulan, yang membuktikan bahwa firman Allah itu benar adanya. 

Maka jika dahulu desa merupakan tempat yang kumuh dan tempatnya orang-orang yang berpendidikan rendah, maka saat ini marilah kita berinovasi untuk hijrah dari keterbelakangan zaman menuju era yang lebih modern khususnya di desa. Dengan memanfaatkan dana desa secara maksimal dalam menuju era yang lebih maju, jadikan desa sebagai tempat awal dalam membangun Indonesia untuk menuju sebagaimana kehendak Allah dalam Al Qur’an surat Ar-rahman di atas. Salah satu jalan sebagai solusi adalah peningkatan mutu pendidikan kepada generasi muda di desa dengan memberikan beasiswa bagi  yang kurang mampu, agar pendidikannya setara dengan orang-orang yang ada diperkotaan melalui pemanfaatan Dana Desa. 

Nabi bersabda : ATLUBUL ‘ILMI MINAL MAHDI ILAL LAHDI

Artinya : Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahad 

Disadari bahwa kemajuan suatu bangsa, sangat erat kaitannya dengan sumber daya  manusianya yang  mendapatkan perhatian khusus dalam sektor pendidikan formal  yang selama ini sangat lemah di desa. Kita sadari semua bahwa pendidikan adalah hak semua warga negara dan dalam hal ini Pemerintah Desa disamping memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu juga melirik pemberian insentif kepada para guru mengaji dalam pemberantasan buta huruf Al Qur’an didesa. 

Seorang penyair berkata :
"Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan Agama maka hidup jadi terarah"

Apa lagi banyaknya kerusakan yang terjadi di alam ini disebabkan kurangnya pengetahuan akan akibat yang ditimbulkan, sehingga mereka tak patut untuk disalahkan tetapi bagaimana memfasilitasi agar mereka tahu dan memahami akan resiko yang ditimbulkan jika tetap merusak alam apapun bentuknya. Sebut saja pemboman laut untuk mendapatkan ikan, menyebabkan rusaknya ekosistem laut, karang dan biota laut hancur yang merupakan tempat ikan-ikan bersarang dan bersembunyi dari kejaran para predator. Begitupun juga didarat maraknya perambahan hutan secara ilegal sehingga menyebabkan erosi dan   banjir yang berakibat kerugian dan penderitaan manusia, maka tepat sekali jika dalam Al Qur’an surat Ar- Ruum 41 Allah Swt menekankan bahwa :

"Telah Nampak Kerusakan Didarat Dan Dilaut Disebabkan Karena Ulah Tangan Manusia, Supaya Allah Merasakan Kepada Mereka Sebahagian Akibat Perbuatan Mereka, Agar Mereka Kembali Kejalan Yang Benar"

Begitulah Allah memberikan ujian dan teguran kepada  manusia agar belajar dari pengalaman yang terjadi  sebelumnya supaya manusia terhindar dari murkanya alam. Adapun kondisi manusia dan alam saat ini sangat memprihatinkan, kebutuhan manusia yang bersumber langsung dari alam mengalami perubahan kearah yang mengkhawatirkan, semuanya terjadi akibat keserakahan manusia dalam memperturutkan hawa nafsunya. Tanah, air, dan hutan kian hari kian merana, tanah tak mampu lagi meresap air, sehingga cadangan air didalam tanah sudah sangat berkurang dengan bukti terjadinya krisis air bersih sebagai sumber kehidupan makhluk yang bukan saja marak terjadi di perkotaan tetapi sudah merambah ke desa-desa, akibat penebangan hutan yang tak terkendali dilakukan oleh orang-orang yang  kurang peduli terhadap efek yang ditimbulkan. 
Hasan Habibu saat aktifitas pendampingan disalah satu desa

Jika itu terus dilakukan akan menyebabkan keringnya mata air yang akan mengakibatkan air mata anak cucu kita mengalir dikemudian hari. Mungkin inilah yang di maksud saudara kita RUSDI IDRUS bahwa Pendamping Desa menyerupai kerja-kerja nabi dikarenakan seorang pendamping harus mampu menyesuaikan diri dengan semua golongan serta bisa beradaptasi dengan alam sebagai hal yang harus dihadapi dalam mengemban amanah dari pemerintah. 
.
   Pesan-pesanku : 

              Mari menjaga mata air, sebelum air mata anak cucu kita yang mengalir
              Jika masa depanmu tak mau rusak, maka sejak dini engkau harus perbaiki
              Rubahlah dirimu sebelum engkau merubah dunia
              Membangun manusia jauh lebih berat dibanding membangun sebuah jembatan
Meraih dunia harus dengan ilmu, meraih akhirat harus dengan ilmu, meraih keduanya 
Maka harus dengan ilmu (alhadits ) 

Oleh : Hasan Habibu 
Salah Seorang Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bataeng, Sulawesi Selatan

Editor : Alim Mustofa