Rumus fungsi Lailatul Qodar | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Rumus fungsi Lailatul Qodar

Rabu, 06 Mei 2020


Rumus fungsi Lailatul Qodar
Oleh
Dr. Syaifuddin, S.Si., M.Pd
Dosen Pendidikan Matematika UNISMA dan Pengasuh Pesantren As’adiyyah Malang

Dalam kitab I’anatuth Thaalibiin, Al Ghazali mengatakan jika awal Ramadhan hari ahad atau rabu maka lailatul qadar malam 29 ramadhan. Jika awal ramadhan hari senin maka lailatul qodar malam 21 ramadhan. Jika awal ramadhan hari selasa atau jumat maka lailatul qodar malam 27 ramadhan. Jika awal ramadhan hari kamis maka lailatul qodar malam 25 ramadhan. Jika awal ramadhan hari sabtu maka lailatul qodar malam 23 ramadhan.
Kosakata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab cukup banyak, diperkirakan sekitar 2.000 - 3.000. Sebagian kata-kata Arab ini masih utuh dalam arti yang sesuai antara lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah. Sebagai contoh, kata halal dan haram. Kedua kata ini lafal dan maknanya masih utuh. Sedangkan lafalnya berubah dan maknanya tetap seperti nama-nama hari dalam sepekan : Ahad artinya 1 (satu) atau hari ahad, Isnaini artinya 2 (dua) atau hari Senin, Tsulatsaa artinya 3 (tiga) atau hari selasa, Arbi'aa artinya 4 (empat) atau hari rabu, Khamiis artinya 5 (lima) atau hari kamis, sabtun artinya 7 (tujuh) atau hari sabtu, dan jumat diambil dari bahasa arab, Jumu'ah yang berarti beramai-ramai. Jumu'ah dipakai menggantikan kata sittah atau sittat yang artinya 6 (enam).
Prediksi Al Ghazali apabila dikaitkan dalam matematika maka dapat dikaitkan dengan konsep fungsi. Fungsi dalam istilah matematika adalah pemetaan setiap anggota himpunan yang dinamakan sebagai domain kepada anggota himpunan yang dinamakan sebagai kodomain. Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Istilah "fungsi", "pemetaan", "peta", "transformasi", dan "operator" biasanya dipakai secara sinonim. Anggota himpunan yang dipetakan dapat berupa kata, orang, atau objek lain, namun biasanya yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan asli.
Dalam prediksi Al Ghazali, himpunan yang dinamakan domain beranggotakan hari-hari sepekan yang dinotasikan sebagai angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sedangkan himpunan yang dinamakan kodomain beranggotakan malam-malam ganjil pada akhir bulan ramadhan yaitu 21, 23, 25, 27, 27, 29, dan 29. Oleh karena itu, pemetaan dari setiap anggota domain kepada anggota kodomain dari prediksi Al Ghazali dapat didaftarkan sebagai berikut:

Hari atau x
Lailatul Qodar atau F(x)
1
29
2
21
3
27
4
29
5
25
6
27
7
23

Untuk mengetahui rumus fungsi dari tabel di atas, maka harus diketahui terlebih dahulu termasuk jenis apakah fungsi tersebut. Secara garis besar fungsi terdiri dari fungsi aljabar dan fungsi transenden. Fungsi aljabar adalah fungsi yang mengandung bentuk aljabar. Sedangkan fungsi transenden adalah fungsi yang tidak mengandung bentuk aljabar. Karena fungsi dari tabel di atas mengandung bentuk aljabar, maka fungsi dari tabel di atas termasuk fungsi aljabar. Setelah diketahui bahwa tabel di atas merupakan fungsi aljabar, maka langkah selanjutnya harus diketahui termasuk fungsi aljabar apakah fungsi dari tabel di atas. Untuk memprediksi fungsi dari tabel di atas, perlu digambarkan fungsi tersebut dalam grafik pada koordinat kartesius. Di bawah ini prediksi kurva dari fungsi tersebut:

           
Berdasarkan kurva di atas, fungsi tersebut diprediksi merupakan fungsi polynomial. Nah, pertanyaan selanjutnya fungsi polynomial tersebut berderajat berapa? Untuk menjawab pertanyaan, perlu digambarkan beberapa grafik dari fungsi polynomial. Pertama, ilustrasi fungsi polynomial berderajat dua. Kedua, ilustrasi fungsi polynomial berderajat tiga. Ketiga, ilustrasi fungsi polynomial berderajat empat. Keempat, ilustrasi fungsi polynomial berderajat  lima. Kelima, ilustrasi fungsi polynomial berderajat enam. Dari keenam ilustrasi tersebut, yang sesuai adalah ilustrasi fungsi polinomial berderajat enam. Di bawah ini ilustrasi fungsi polinomial berderajat enam:
Editor : Alim Mustofa
Tautan : Rumah Hukum