KENCING DENGAN BERDIRI DIHUKUMI MAKRUH, KECUALI DALAM KEADAAN DARURAT | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

KENCING DENGAN BERDIRI DIHUKUMI MAKRUH, KECUALI DALAM KEADAAN DARURAT

Kamis, 13 Februari 2020


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Lanjutan kajian Fiqih

Kencing dengan berdiri dihukumi makruh, kecuali dalam keadaan darurat

ولا تبل ولا تتغوط قائما فذلك مكروه الا عن أي لاجل ضرورة

Karena Rasulullah saw pernah kencing sambil berdiri :

لأن النبي صلى الله عليه وسلم أتى سباطة قوم فبال قائما

Dalam memahami hadits ini, ada 3 wajah (pendapat) dari para ‘ulama:
1. Rasulullah SAW melakukan itu karena tidak bisa duduk akibat adanya bagian tubuh yang sakit.

رسول الله صلى الله عليه وسلم فعل ذلك لمرض منعه من القعود
2. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW berobat dengan cara itu untuk mengatasi sakit pada sulbi beliau, sebagaimana kebiasaan orang arab yang mengobatinya dengan cara kencing sambil berdiri.

أنه استشفى بذلك من وجع الصلب جريا على عادة العرب من أنهم يستشفون بالبول قياما

3. Karena tidak memungkinkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk duduk ditempat itu, karena terdapat banyak barang najis.

والثالث انه لم يتمكن من القعود فى ذلك المكان لكثرة النجاسة

*Imam Nawawi al-Jawi, dalam kitab beliau 

مراقى العبودية، ص ١٣
 (Maroqil ‘ubudiyah hal.١٣ ).

Ustad Asep Hidayatuloh
Dari sudut pandang kesehatan posisi kencing dengan jongkok ternyata sangat banyak faedahnya, pertama posisi jongkok menyebabkan bentuk kandung kemih mendapat tekanan lembut dari otot abdominal perut dan otot paha dan otot – otot sekitar kandung kemih sehingga apabila kita kencing maka air kencing yang dikeluarkan dapat secara maksimal keluar tanpa harus kita mengejang untuk mengeluarkan kencing tersebut.. Tekanan pada kandung kemih otomatis akan menarik tekanan pada saluran kencing juga sehingga saluran kencing dapat secara maksimal membantu ginjal mengeluarkan kencing dengan sempurna . posisi jongkok dapat membuang batu ginjal , kuman dan menyehatkan prostat juga karena faktor tekanan tersebut. Sebagian besar ahli kubur disiksa sebab air kencing, kurang lebih begitu inti dari sabda nabi saw,  marilah kita sama-sama berhati-hati dalam menjaga air kencing kita, agar tidak terkena badan kita, mudah-mudahan bisa mencegah dari siksa kubur, aamiin.

والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

Al-Faqir Asep hidayatulloh

Editor : Alim Mustofa