HUKUM PERCIKAN NAJIS | Alim Mustofa -->
Cari Berita

Advertisement

HUKUM PERCIKAN NAJIS

Sabtu, 25 Januari 2020

Ilustrasi Percikan Najis, air tekena najis di jalan raya atau percikan air lainnya yang mengandung najis 
dikulas dalam kajian ini

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
HUKUM PERCIKAN NAJIS

Saat wudhu’ di kamar mandi kadang terjadi, Sarung/Celana Panjang/ rok seragam sekolah terkena percikan najis (najis kettesan ke rok). Apakah Pakaian tersebut najis dan tidak sah shalat memakai pakaian tersebut?.
 Kemudian juga disaat keluar dari kamar mandi, kaki dalam keadaan basah. Apakah kaki tersebut najis?

Hukum Sarung/ Celana Panjang/ rok seragam sekolah yang terkena percikan najis tersebut termasuk najis yang dimaafkan, jika percikannya sedikit atau sulit dihindari, sebagaimana dimaafkannya najis darah nyamuk, kutu, dsb. Maka sah shalat memakai Sarung/ Celana panjang/Rok tersebut.

Khatib Syarbini (ulama madzhab Syafi’i) dalam Mughnil Muhtaj ila Makrifati Alfadzil Minhaj ١/١٢٧ menyatakan

وكذا في قول نجس لا يدركه طرف، أي لا يشاهد بالبصر لقلته لا لموافقة لون ما اتصل به، كنقطة بول وخمر وما تعلق بنحو رجل ذبابة عند الوقوع في النجاسات -وقوله- قلت: ذا القول أظهر، أي من مقابله، وهو التنجيس لعسر الاحتراز عنه، فأشبه دم البراغيث.

Artinya: Begitu juga (najis yang dimaafkan) yaitu najis yang tidak terlihat karena kecilnya bukan karena kesamaan warna dengan perkara yang terkena najis seperti setitik air kencing, setitik khamar (alkohol), dan kaki lalat yang menyentuh najis… (najis ini dimaafkan) karena sulitnya menghindari karena itu diserupakan dengan darah kutu.
(Lihat juga dalam Nihayatul Muhtaj, ١/٨٢-٨٣

Dalam menerangkan batasan “najis yang sedikit” yang dimaafkan, Khatib Syarbini menyatakan:

قال شيخنا -أي زكريا الأنصاري-: والأوجه تصويره باليسير عرفاً، وهو حسن.

Artinya: Guru kami berkata — maksudnya Zakaria Al-Anshari — yang dimaksud ‘sedikit’ adalah menurut kebiasaan (urf). Ini adalah pendapat yang baik.
Ustad Asep  Hadayatuloh
Kemudian tentang kaki yang basah saat keluar dari kamar mandi setelah ambil wudhu dihukumi suci selama tidak kasat mata bahwa orang yang keluar dari kamar mandi tersebut terkena/membawa najis atau ada najis yang menempel kakinya serta belum disucikan dan kelihatan secara nyata wujud materi (‘ainiyyah) yang membekas pada kaki atau lantai yang di injaknya

والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

Al-Faqir Asep Hidayatulloh
Editor : Alim Mustofa