Tingkatkan Sinergitas Semua Pihak Untuk Jaga Situasi Damai di Kota Malang | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Tingkatkan Sinergitas Semua Pihak Untuk Jaga Situasi Damai di Kota Malang

Rabu, 19 Juni 2019



 MALANG KOTA – Tak seperti di Jakarta yang merasakan gerahnya suasana perpolitikan Indonesia saat ada rangkaian persidangan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Suasana politik di Kota Malang cenderung kondusif dan stabil. Sebagai salah satu kota yang dinilai cukup kondusif dalam pelaksanaan Pemilu 2019, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang Periode 2019 – 2023 Alim Mustofa membernarkan hal ini.

“Jadi situasi di Malang pasca pemilu berlangsung sangat kondusif. Semua pihak bisa memahami di posisinya masing-masing dan sangat mendukung situasi politik di Kota Malang. Serta menyerahkan pada koridor hukum yang ada,” papar Alim di kantornya, Jl. Teluk Cendrawasih No. 1, kemarin.

Selain kondusif dan aman, Alim juga menjelaskan pihaknya tak mendengar gesekan sedikit pun di Kota Malang. “Ini yang membuat berbeda Kota Malang dengan kota lain. Karena selain masyarakat Kota Malang mendukung, mereka juga sangat dewasa dan bisa menjaga suasana. Itu yang saya amati sampai hari ini,” ucap dia. Bawaslu melihat, di Kota Malang ini pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, aparat, peserta (pemilu) dari pimpinan partai cukup komunikatif. “Jadi, bisa menjaga situasi di Malang tetap aman. Kami berharap semua masyarakat di sini menerima keputusan di Mk atau istilahnya legawa dengan apa pun yang diputuskan,” sambung dia.

Di tengah suasana hiruk pikuk pemilu, Alim menilai semua bisa terselesaikan dengan baik oleh masyarakat Malang. “Kuncinya di komunikasikan lintar sektor supaya berjalan dengan baik antara penyelenggara dan peserta (pemilu), keamanan, media, ormas, tokok masyarakat, dan pemerintah daerah. Sehingga tercipta demokrasi yang bagus dan ini adalah kesatuan yang baik,” tegas Alim sembari mengingatkan sebagaimana yang sudah diatur di undang-undang, perselisihan hasil pemilu dialamatkan ke MK.

Pada rangkaian sidang MK, Bawaslu bertugas menyediakan data-data yang diperlukan oleh Bawaslu RI. “Harapannya untuk masyarakat Malang, mari kita jaga suasana pasca-pemilu tanpa ada gesekan. Agar selanjutnya dalam pelaksanaan pemilu mendatang kondisinya bisa selalu kondusif untuk mendukung perpolitikan Indonesia yang semakin baik,” beber dia.
Lebih lanjut pria 46 tahun ini mengajak seluruh masyarakat Kota Malang untuk menciptakan Indonesia yang tentram dan damai. “Cintailah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sayangilah Indonesia. Tolak segala bentuk perbuatan anarkis yang mampu mengganggu stabilitas nasional. Khususnya jelang keputusan sidang MK pada sengketa hasil pilpres 2019,” pungkas warga Sulfat tersebut. (del/cl/dik)

Telah dimuat di RADAR MALANG pada 18 Juni 2019.