Pengawasan Partisipatif Civitas Akademika | Alim Mustofa
Cari Berita

Advertisement

Pengawasan Partisipatif Civitas Akademika

Alim Mustofa
Jumat, 22 Februari 2019

AlimMustofa.com - Bawaslu Jawa Timur bersama Lembaga Pemantau Pemilu Jatim, Pusat Informasi Rakyat (PIR) Jatim telah menyelenggarakan sosialisasi "Pengawasan Partisipatif bersama civitas akademika" di Universitas Negeri Surabaya, (21/02/2019).
Sosialisasi ini bermaksud, agar civitas akademika bisa mengambil peran dalam pengawasan pemilu 2019.

Aang Kunaifi,SH.MH Koordinator Pengawasan BAWASLU Jawa Timur mengatakan “BAWASLU ini nggak mungkin mengawasi proses pemilu secara mandiri, pasti tetap akan ada celah-celah yang luput dari pengawasan. Sehingga, peran masyarakat, khususnya civitas akademika sangat penting. Kami berharap, civitas akademika bisa menjadi agen of contol pengawasan, bahkan mengedukasi masyarakat, agar tidak terjebak dalam politik transaksional dan isu-isu negatif”.

Sebelum acara sosialisasi dimulai, BAWASLU Jatim telah melakukan MoU dengan UNESA terkait pengawasan partisipatif civitas akademika dalam Pemilu 2019.

Anas, ketua Lembaga Pusat Informasi Rakyat (PIR) menambahkan, kampus adalah pusat pembentukan karakter dan budaya. Maka, untuk mengembangkan budaya demokrasi yang sehat, dalam hal ini "Pemilu", harus dimulai dari kampus. Ini demi investasi masa depan. Apalagi Unesa ini gudangnya calon-calon pendidik yang profesional.

Pemilu 2019 dilaksanakan dengan serentak pada tanggal 17 april 2019, yang akan diikuti juga oleh 38 Kab/Kota, 666 Kecamatan, dan 8.497 Desa/Kelurahan di Jatim.

"Kami, sebagai Lembaga Pemantau Pemilu 2019, siap menjadi partner BAWASLU, dan memfasilitasi masyarakat agar turut aktif dalam pemantaun pemilu 2019. PIR adalah lembaga masyarakat, lembaga independent. Silahkan, jika ada yang mau bergabung menjadi relawan." Imbuh Anas.

Sosialisasi yang dihadiri oleh 250-an mahasiswa ini sebagai salah satu langkah BAWASLU Jatim untuk mensosialisasikan pentingnya pengawasan partisipatif civitas akademika.

"Kita sudah melalui sejarah demokrasi yang cukup panjang. Mulai era reformasi, kebebasan kita sudah dijamin. Sekarang, tinggal bagaimana kita berperan, karena tanggungjawab atas Negara ini bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat." Tutup Mochamad Sholeh, salah satu narasumber. (Arif)